Ketika Bakat Anak Naik Panggung, Karakter pun Tumbuh Bersama
Selasa, 15 September 2026, suasana SD Negeri Sudirman terasa berbeda. Panggung menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, sekaligus kecintaan mereka terhadap seni dan budaya melalui PAKSI (Panggung Kreasi).
PAKSI merupakan salah satu agenda pengembangan bakat dan karakter murid di SD Negeri Sudirman yang dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan dan bergiliran berdasarkan fase. Kegiatan ini telah mendapat persetujuan dari komite sekolah dan wali murid serta telah disampaikan dalam rapat pleno pada awal tahun pelajaran.
Pada September ini, giliran Fase C, yaitu murid kelas 5 dan 6, untuk menjadi pemeran utama di atas panggung.
Sebanyak 10 kelompok tampil membawa beragam kreativitas. Tidak hanya menampilkan hiburan, para murid juga menghadirkan pesan-pesan pendidikan melalui drama anti-bullying, drama pendidikan, drama cerita tradisional, drama bermuatan moral, serta berbagai pertunjukan tari.
Nuansa budaya Nusantara pun begitu terasa. Tari tradisional seperti Warok dan Sorengan turut ditampilkan, berdampingan dengan Tari Wonderful Indonesia yang membawa semangat keberagaman dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Panggung pun berubah menjadi ruang belajar yang sesungguhnya.
Di sana, murid belajar berani tampil di depan orang lain. Mereka belajar bekerja sama, berbagi peran, menghafalkan dialog, mengatur gerakan, berlatih secara disiplin, serta bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
Namun, ada pembelajaran lain yang tidak kalah penting.
Bukan Hanya yang Tampil, yang Menonton Pun Belajar
PAKSI di SD Negeri Sudirman tidak hanya diperuntukkan bagi murid yang mendapatkan kesempatan tampil.
Siswa Fase A dan Fase B, yaitu kelas 1–4, mengikuti kegiatan sebagai penonton sekaligus pembelajar.
Dengan menyaksikan penampilan kakak kelas, mereka belajar bahwa setiap orang memiliki bakat dan kesempatan untuk berkembang. Mereka juga belajar menghargai orang lain yang sedang tampil, memberikan apresiasi, serta menunjukkan sikap tertib selama pertunjukan berlangsung.
Duduk dengan tenang, memperhatikan penampilan, tidak mengganggu teman, memberikan tepuk tangan pada saat yang tepat, dan menghargai usaha para penampil merupakan bagian dari pembelajaran karakter.
Dengan demikian, PAKSI tidak sekadar mengajarkan anak “berani tampil”, tetapi juga mengajarkan anak “mampu menghargai ketika orang lain tampil.”
Sebuah panggung ternyata dapat menjadi ruang belajar bagi semua.
Dari Panggung Hari Ini, Menemukan Bakat untuk Esok Hari
Pelaksanaan PAKSI juga menjadi bagian dari upaya SD Negeri Sudirman untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada murid dalam mengenali dan mengembangkan potensinya.
Melalui penampilan yang beragam, guru dapat melihat minat dan bakat murid secara lebih nyata. Ada anak yang memiliki kemampuan seni tari, ada yang percaya diri bermain drama, ada yang memiliki kemampuan berbicara dan berekspresi, serta ada pula yang mampu bekerja dalam tim dan menjadi penggerak kelompok.
Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi catatan penting bagi sekolah dalam melakukan pemetaan dan pembinaan bakat murid secara berkelanjutan.
Bukan tidak mungkin, anak yang hari ini tampil di panggung sekolah akan menjadi wakil SD Negeri Sudirman dalam berbagai ajang seni dan kreativitas di masa mendatang.
Karena bakat tidak selalu muncul melalui lembar ujian.
Kadang, bakat justru terlihat ketika seorang anak berdiri di atas panggung, menarik napas panjang, lalu berkata,
“Saya berani tampil.”
PAKSI, Merayakan Proses Bukan Sekadar Penampilan
PAKSI menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat anak belajar membaca, berhitung, dan memahami berbagai pengetahuan.
Sekolah juga merupakan tempat anak menemukan dirinya, mencoba, gagal, berlatih, tampil, diapresiasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.
Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh fase, SD Negeri Sudirman membangun sebuah ekosistem belajar yang saling menguatkan.
Kelas 5 dan 6 belajar menjadi pelaku dan teladan.
Kelas 1–4 belajar menjadi penonton yang menghargai.
Guru menjadi pendamping dan pengarah.
Orang tua dan komite menjadi bagian dari dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
Dan panggung menjadi ruang perjumpaan seluruh proses tersebut.
PAKSI bukan sekadar panggung kreasi.
Ia adalah panggung keberanian, panggung karakter, panggung budaya, dan panggung untuk menemukan potensi anak-anak SD Negeri Sudirman.
Hari ini mereka tampil untuk sekolah.
Esok, semoga mereka siap tampil untuk dunia.